Lompat ke konten

Definisi dan Kegunaan Flow Meter

Flow meter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran atau Jumlah suatu fluida yeng bergerak mengalir dalam suatu pipa tertutup atau saluran terbuka seperti channel atau sungai atau parit atau gorong-gorong.

Cara Kerja Flow Meter - Kompasiana.com

Penggunaan flow meter tersebut sebagai difinisi flow meter paling sederhana dan sesuai dengan kemajuan tekhnology fungsi dari flow meter sudah dikenal dan berkembang pesat sesuai dengan tujuan, manfaat dan fungsi pemasangannya. Jenis fluida yang melewati atau diukur oleh flow meter bisa berupa cairan, gas maupun solid seperti air mium, air limbah, air lumpur, susu, madu, kecap, ciaran kimia, air gula, adonan kue, concrete, powder, biji bijian dan lai lain.

Aplikasinya flow meter banyak digunakan untuk mengukur karakter aliran baik berupa kecepatan aliran, kapasitas aliran maupun volumenya atau bisa juga di hitung mass flow nya yang berupa berat fluida. Pemilihan jenis serta model dari flow meter tergantung pada aplikas yang di sesuaikan dengan tujuan, manfaat, tingkat kesulitan instalasi serta akurasi yang di inginkan. Karena itu dibutuhkan rekayasa pemasangan flow meter agar didapatkan manfaat yang optimal, agar sesuai dengan investasi yang dikeluarkan.

Jenis dan fungsi Flow meter

Type flow meter begitu banyak sehingga perlu dilakukan pemilihan jenis flow meter, agar tujuan pemasangan flowmeter sesuai dengan keinginan kita ataupun sesuai dengan disain. Untuk flow meter Air yang menggunakan jenis electromagnetic juga mempunyai karakteristik berbeda.
Karena spesifikasi flow meter yang di gunakan disesuaikan dengan jenis cairan. Untuk air sungai, air limbah tambang, air limbah chemical maupun air laut mempunyai karakteristik berbeda. Pada kasus ini jenis electromagnetic flow meter yang digunakan juga berbeda spesifikasi bahanya, terutama jenis bahan liner, jenis bahan electroda serta flow tube harus disesuaikan dengan jenis airnya.
Untuk fluida yang tingkat keasamannya tinggi mungkin lebih cocok jika menggunakan  flowmeter dari bahan PVC / non logam. Untuk fluida yang bertemperatur tinggi tentunya digunakan matrial lain. Begitu juga untuk tingkat kepekatan matrial fluida jenis flow meter harus disesuaikan. Untuk fluida yang diaplikasikan pada bahan makanan atau obat-obatan yang menuntut bahan pipa dan bahan flowmeter yang harus food grade lebih cocok kalo dipakai stainles steel SUS 316L. Dan untuk lingkungan yang corisive seperti di laut mungkin body dan flange flow meter lebih pas jika menggunakan stainless steel.

Fungsi Flow Meter

Dari uraian diatas Flow meter mempunyai fungsi untuk :
 

  • Mengetahui Kecepatan ALiran ( Velocity)  dengan satuan jarak/waktu
    • Satuan unit pengukuran : (meter/menit, meters/detik dll
  • Mengetahui Kapasitas Aliran ( Flow Rate ) dalam pipa
    • Satuan unit pengukuran : (LPS, LPM, LPH, M3/H, M3/Menit, GPM, GPH dll
  • Mengetahui Jumlah Total Volume yang telah mengalir ( Totalizer)
    • Satuan Unit : m3, liters, gallon dll
  • Control atau monitor dengan adanya output berupa analog out put : 4-20mA, pulsa, RS485, relay contact dan lainya.

Parameter Pemilihan Jenis Flow meter

Ada banyak jenis flow meter serta model flowmeter yang harus di sesuaiakan dengan jenis cairan, jenis pipa, tujuan pemasangan flow meter serta lainy, karena itu perlu beberapa panduan dalam memilih jenis flow meter. Berikut ini ada panduan dasar bagi enginner untuk menentukan model maupun type flow meter yaitu :

  • Jenis Fluida ( water, oil, chemical, fuel, gas, dll)
  • Ukuran Pipa ( DN8 – DN3000 )
  • Besaraan akurasi yang ingin dicapai
  • Max dan min Working Pressure ( bars )
  • Temperature Max
  • Max dan min Flow
  • Satuan pengukuran ( GPM, LPM, LPH dll)
  • Sistem Installasi
    • horizontal, vertical
    • In Line, Insertion , Clamp on, open channel
  • Lokasi Installasi
    • Integral/compact atau Remote/splite
    • in door, Out door, Water Proof, Explosion proof
  • Material Flow Meter ( CS, SUS, PVC, dll )
    • Bahan Material
    • Terdapat liner atau tidak di sisi dalam pipa
    • Standart Koneksi ( JIS, DIN, ANSI )
    • Class pressure 10 Kg/cm2, 16 kg/m2, 20 kg/cm2, 30 kg/m2, 40 kg/m2, 80 kg/m2
  • Jenis Aliran
    • Bertekanan rendah
    • Aliran Gravitasi
    • Open channel
    • Bertekanan tinggi
    • Arah aliran : horizontal / Vertikal
  • Tujuan pemasangan flow meter
    • Mengetahui velocity
    • Mengetahui volume
    • Mengetahui flow rate
    • Untuk sistem control ( analog out put 4-20 mA, pulsa, RS485 dll)

Flow meter mempunyai banyak istilah penyebutan baik berdasarkan fungsi maupun tujuannya seperti flow gauge, flow indicator, flow sensor, liquid meter, gas meter, water meter, meter arus, debit meter dan lainya tergantung pada jenis industri, Namun fungsi dari flow meter tetap sama yaitu untuk mengukur aliran.
Sebagai alat ukur maka flow meter punya variable paling penting, yang harus di perhatikan yaitu tingkat akurasi dari flow meter. 

Akurasi flow meter

Akurasi flow meter cukup bervariasi, sesuai dengan jenis dan model dari flowmeter yang diproduksi. Ada yang mempunyai akurasi 5%, 2%, 1%, 0.5% bahkan ada yang 0.2 % dan lebih bai. Untuk jenis flow mete air biasanya kisaran yang diharapkan jika untuk kwalitas proses dan product mencapai 0.5% hingga 1%. Sedangkan jika digunakan untuk irigasi dan pemantauan flow rate untuk menajga performa mesin seperti pada proses pendinginan mesin biasanya berkisar pada angka 2% hingga 5%.
Namun untuk proses tertentu yang menginginkan kwalitas proses dan product yang sangat tinggi atau karena mahalnya liquid yang diukur maka akurasi flowmeter di harapkan pada kisaran 0.2%. Untiuk kasus ini lebih baik bisa menggunakan jenis flow meter coriolis yang terkenal dengan sebutan mass flow meter. Karena namnya mass flow meter maka akibat perubahan temperature cairan yang mampu merubah viskositas atau bahkan adanya gas atau udara yang terjebak dalam cairan, tidak akan berpengaruh pada hasil pengukuran mass flow meter karena mass udara serta volume udara dalam cairan tidak berpengaruh.

Komponen Flow meter

Ada dua bagian dari flow meter yang utama yaitu flow sensor dan flow transmitter atau atau flow computer. Untuk flow sensor terdapat beberapa komponan sesuai dengan jenis dan model flow meternya dan biasanya ini yang menjadi acuan size flow meter dengan koneksi disesuaikan kondisi lapangan apakah menggunakan flange, ulir atau lainya.
Untuk flow sensor ini biasanya bahan material sensor di sesuaikan dengan material pipa, spesifikasi fluida, temperature maksimal, max pressure, IP class apakah butuh water proof atau lainya, termasuk jika dibutuhkan material yang punya kelas food grade dan tahan asam.
Bagian kedua dari Flowmeter adalah flow transmitter atau flow display atau flow gauge, yang mempunyai fungsi menerjemahkan signal dari sensor kedalam hitungan kecepatan dan lainya, yang bisa ditampilkan berupa angka ke display serta memberikan ouput lainya. Flow transmitter ini biasanya hanya terbagi dalam bentuk menyatu dengan sensor atau terpisah, yang istilah dilapangan adalah compact/integral atau remote/split yang menggunakan kabel sebagai penghubung sensor ke transmitter.
Dari flow transmitter ini flow meter mampu membaca dan mendeteksi kecepatan aliran atau velocity, dengan satuan unit jarak per waktu, debit aiar atau kapasitas yang sering disebut dengan flow rate dengan satuan unit volume perwaktu serta bisa membaca volume cairan yang melewati cairan pada waktu tertentu dengan satuan unit volumetric. Untuk kasus tertentu mass flow meter mampu membaca mass dari fluida yang mengalir dalam flow meter dengan satuan unit mass seperti gram, kg, ton, punds dan lainya,Bahkan jika flow meter model tertentu dikombinasi dengan temperature maka flow transmitter bisa menyajikan energy yang dihasilkan fluida yang bisa menyajikan suatu heat energy dengan satuan energy joule. Hal ini bisanya diaplikasikan untuk steam, air panas pada HVAC atau pada sistem pendinginan seperti chiller atau AC.
Namun jangan lupa untuk jenis pembacaan gauge atau display yang menggunakan sistem mecahnical register biasanya hanya mampu menampilkan flow rate dan volumetrik dan tidak bisa memberikan analog output kecuali ditambah dengan sensor putaran yang menerjemahkan putaran sistem mechanical ke dalam satuan angka volume seperti red sensor atau lainya.

Ada bebarapa jenis flow meter berdasarkan penggolongan pengukuran yaitu

Positive Displacement atau PD meter

PD Flow Meter atau Postive Displacement Flow Meter cukup unik karena flow meter jenis ini mengukur langsung volume secara faktual.  Sedangkan flow meter lainya biasanya bekerja pada prinsip mengkur laju aliran yang akan di konversikan ke volume fluida.  Dengan menggunakan PD meter, sinyal output secara langsung berkaitan dengan volume fluida yang melewati flow meter. Jenis PD flow meter yaitu Bi-rotor (gear, oval gear, helical gear) ,  nutating

Gear flow meter

Massa Flow Meter

Mass flow meter mengandalkan sinyal output yang berhubungan secara langsung dengan massa fluida yang melewati flow meter dimanan ada 2 jenis mass flow meter yaitu Coriolis flow meter dan Thermal mass flow meter
coriolis mass flow meter

Velocity Flow Meter

Velocity Flow meter mengandalkan  out put sinyal yang dihubungkan langsung dengan kecepatan fluida yang melewati flow meter.Jenis Velocity flow meter ini sangat populer dan mempunyai jenis luayan banyak seperti :

  • Electromagnetic Flow meter
  • Ultrasonic flow meter and open chanel flow meter
  • Turbine, Paddle Wheel and Propeller flow meter
  • Vortex Shedding  flow meter and Sonar meter
  • Target flow meter and Vane flow meter
  • Variable Area flow meter dan Rotameter
  • Orifice Plate flow meter
  • Venturi flow meter dll

Pertanyaanya adalah Apakah jenis Flow meter yang paling baik…??? Yang jelas tidak ada jenis flow meter yang bisa di gunakan secara universal yang cocok digunakan untu seluruh jenis fluida dan seluruh kondisi serta manfaatnya. Yang perlu kita lakukan adalah kita harus memilih jenis flow meter berdasarkan spesifikasi sesuai dengan aplikasi di lapangan. Ada beberapa flow meter yang mempunyai kekurangan dan kelebihan karena teknologi yang digunakan sehubungan dengan penggunaan flow meter yang disesuaikan dengan jenis fluida, kondisi lapangan dan tujuan pemasangannya.
Hal-hal yang harus diketahui dalam memilih jenis flow meter tentunya berdasarkan pada jenis fluida, situasi installasi, harga flow meter, penggunaan jangka waktu flow meter serta kondisi daerah yang aman atau berbahaya, lfe time flow meter, kecepatan merespon aliran, bahan fluida yang harus disesuaikan dengan material flow meter serta kebutuhan akurasi yang inginkan dan lainya yang berhubungan dengan kondisi lapangan dan operatornya. 

Type dan Model Flow Meter

Berikut ini Type dan model atau jenis flow meter dari segi cara kerja, fungsi, dan cara instalasi serta jenis aplikasinya yang banyak di gunakan di berbagai dunia industri :

Flow Meter Portable

    Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
    Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
    Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
    Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

    Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
    Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
    Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Coriolis Mass Flow meter

    Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
    Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
    Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Flow Meter Electromagnetic

    Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
    Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click

Turbine Flow Meter
Vortex Flow Meter
Positive Displacement Flow Meter
Variable Area Flow Meter
Venturi Flow meter
Thermal Mass Flow Meter
Orifice Flow Meter
Insertion Flow Meter
In Line Flow Meter
Flow Meter Open Channel

    Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
    Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
    Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
    Info lebih lanjut product  Open Channel Flow Meter silahkan click Product open channel flow meter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *